Gerakan Tanam Cabai Sebagai Salah Satu Upaya Untuk Menekan Laju Inflasi di Kabupaten Madiun

Madiun - Dalam rangka menekan laju inflasi dan guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan meningkatkan produksi cabai, maka Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan menggelar ‘Gerakan Tanam Cabai’ yang dihadiri Pj. Bupati Madiun, Ir. Tontro Pahlawanto bersama dengan beberapa OPD serta Forkopimcam Sawahan di Kantor Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun pada hari Sabtu (9 Maret 2024).

Sasaran dari kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) berjumlah 34 kelompok di 6 kecamatan yang masing-masing KWT mendapatkan kurang lebih 350 bibit cabe. Kemudian, Kelompok Tani berjumlah 37 kelompok di 9 Kecamatan yang mendapatkan bantuan benih cabe sebanyak 228 bungkus, pupuk NPK 5.700 kg dan mulsa plastic sebanyak 152. Jadi total penerima bantuan 71 kelompok yang tesebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun, namun yang dihadirkan dalam acara gerakan tanam cabai hanya perwakilan sebanyak 23 kelompok dari Kecamatan Sawahan, Balerejo, Madiun dan Jiwan.

Pj Bupati Madiun memberi apresiasi atas kegiatan ini, karena sekarang ini faktor pembentuk inflasi di daerah kurang lebih dari komiditas beras, cabe besar dan cabe rawit. Terkait kebutuhan cabe, Pj. Bupati Madiun mengaku prihatin karena saat ini masyarakat Kabupaten Madiun mulai berkurang yang mau menanam cabe, namun sekarang ini pekarangan ditanami tanaman lain seperti tanaman hias. Untuk itu, dirinya berharap setiap jengkal lahan  pekarangan kembali ditanami tamanan yang dibutuhkan sehari-hari, seperti cabe, terong, tomat dan sayuran lainnya.

Lebih lanjut, Pj Bupati mengajak masyarakat kembali membudayakan pemanfaatan lahan pekarangan dengan menaman tanaman untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Padahal menanam cabe, terong, tomat ini mudah, tinggal diberi pupuk organik akan berbuah sendiri,” ungkap Pj Bupati Madiun. Turut hadiri dalam acara tersebut, TP PKK, Muspika Kec. Sawahan, PPL, KWT dan Poktan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menyampaikan bahwa rata-rata luas panen cabai di Kabupaten Madiun setiap tahun 45 hektar dengan rata-rata produksi ± 293,5 ton, namun produksi ini masih jauh dibandingkan dengan kebutuhan cabai untuk masyarakat Kabupaten Madiun. 

"Kita juga dihadapkan dengan tantangan dampak perubahan iklim (DPI) serta serangan OPT yang mulai kita rasakan dampaknya. Kami berharap Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Tani yang mendapatkan bantuan ini dapat melaksanakan budidaya tanaman cabai yang baik sesuai dengan arahan dari para PPL dan POPT setempat, sehingga gerakan tanam cabai ini dapat berproduksi dengan maksimal dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Madiun secara umum," pungkasnya.(**)

•Dinas Pertanian Kab. Madiun


0/Post a Comment/Comments

📊 Dibaca :