Jayakatwang dari Gelang-Gelang Madiun: Sejarah, Pemberontakan, dan Dampaknya bagi Nusantara
![]() |
| Foto Ilustrasi, saat Jayakatwang dari Gelang Gelang Madiun menyerang Singasari. |
Nama Jayakatwang menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Jawa pada akhir abad ke-13. Ia dikenal sebagai sosok yang berhasil menggulingkan Kerajaan Singasari dan menghidupkan kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Menariknya, pusat kekuatan Jayakatwang diyakini berasal dari wilayah Gelang-Gelang, yang kini dikaitkan dengan daerah Madiun.
Artikel ini mengulas secara lengkap asal-usul Jayakatwang, perannya sebagai penguasa Gelang-Gelang, hingga dampak besar pemberontakannya dalam sejarah Nusantara.
Asal-Usul Jayakatwang dan Gelang-Gelang
Jayakatwang merupakan keturunan bangsawan Kediri yang masih memiliki garis darah dari raja-raja besar masa lalu. Setelah runtuhnya Kediri oleh Ken Arok, kekuasaan berpindah ke tangan Singasari di bawah Wangsa Rajasa.
Dalam struktur pemerintahan Singasari, Jayakatwang diangkat sebagai adipati di wilayah Gelang-Gelang. Secara geografis, Gelang-Gelang diyakini berada di kawasan yang kini termasuk wilayah Madiun dan sekitarnya. Daerah ini dikenal strategis karena memiliki lahan subur dan akses jalur transportasi sungai.
Latar Belakang Pemberontakan
Ambisi Jayakatwang tidak lepas dari faktor sejarah dan politik. Ia menyimpan keinginan kuat untuk mengembalikan kejayaan Kediri yang telah runtuh. Situasi ini semakin diperkuat oleh kebijakan Kertanegara yang lebih fokus pada ekspansi luar negeri, seperti Ekspedisi Pamalayu.
Akibatnya:
- Pertahanan internal Singasari melemah
- Banyak pasukan terbaik berada di luar Jawa
- Pengawasan terhadap daerah bawahan berkurang
Momentum ini dimanfaatkan oleh Jayakatwang, terlebih setelah mendapat dukungan dari Arya Wiraraja.
Pada tahun 1292, Jayakatwang melancarkan serangan dengan strategi militer yang cerdik. Ia membagi pasukannya menjadi dua bagian:
- Serangan kecil dari utara sebagai pengalih perhatian
- Serangan utama dari selatan menuju pusat kerajaan
Saat pasukan Singasari dipimpin Raden Wijaya menghadapi serangan utara, pasukan utama Jayakatwang berhasil menembus ibu kota tanpa hambatan berarti.
Dalam serangan mendadak tersebut:
- Kertanegara terbunuh
- Istana Singasari jatuh
- Kekuasaan Singasari berakhir
- Kebangkitan Kembali Kediri
Setelah kemenangan tersebut, Jayakatwang memproklamasikan kembali berdirinya Kerajaan Kediri dan memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah leluhurnya. Ia menjadi penguasa tunggal di Jawa, setidaknya untuk waktu yang singkat.
Namun, keberhasilan ini tidak berlangsung lama.
Kejatuhan Jayakatwang dan Lahirnya Majapahit
Sementara itu, Raden Wijaya berhasil melarikan diri dan menyusun kekuatan baru. Dengan memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol dari Dinasti Yuan yang dipimpin oleh utusan Kubilai Khan, ia menyusun strategi balasan.
Jayakatwang akhirnya berhasil dikalahkan. Setelah itu, Raden Wijaya justru berbalik mengusir pasukan Mongol dan mendirikan Kerajaan Majapahit pada tahun 1293.
Peran Gelang-Gelang dalam Sejarah Madiun
Keberadaan Gelang-Gelang sebagai basis kekuatan Jayakatwang menunjukkan bahwa wilayah Madiun memiliki peran penting dalam sejarah Jawa kuno. Meski belum ada kepastian lokasi pasti secara arkeologis, banyak ahli meyakini kawasan ini berada di sekitar aliran Sungai Madiun.
Hal ini menjadikan Madiun bukan sekadar wilayah administratif modern, tetapi juga bagian dari panggung sejarah besar Nusantara.
Jayakatwang adalah sosok penting yang berasal dari Gelang-Gelang dan berhasil menggulingkan Singasari. Meski kekuasaannya singkat, tindakannya membawa dampak besar:
- Mengakhiri era Singasari
- Menghidupkan kembali Kediri
- Membuka jalan bagi lahirnya Majapahit
Peristiwa ini menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah Indonesia, sekaligus menegaskan peran strategis wilayah Madiun dalam perjalanan sejarah Nusantara.
Sumber
Sejarah Jayakatwang dari Gelang-Gelang Madiun, pemberontakan terhadap Singasari, hingga dampaknya terhadap lahirnya Kerajaan Majapahit di Nusantara.
Sumber Pendukung
Jayakatwang Gelang-Gelang, sejarah Madiun kuno, pemberontakan Singasari, Kerajaan Kediri, asal usul Majapahit, sejarah Jawa Timur abad 13
Buku :
Slamet Muljana 2005: 120, Drs. R. Soekmono, 1973: 63, Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto, 2008:412, Nigel Bullough, 1995: 32, M.c Ricklefs, 2008: 15.
