Bupati Madiun Resmikan Wates Kampung Inggris, Siap Jadi Alternatif Belajar Bahasa Inggris Berkualitas
MADIUN – Kabupaten Madiun kini memiliki destinasi belajar bahasa Inggris yang digadang-gadang menjadi alternatif selain Kampung Inggris di Pare, Kediri. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, meresmikan Wates Kampung Inggris di Dusun Wates, Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kamis (25/6/2026).
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Camat Balerejo, serta Kepala Desa Sumberbening.
Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto mengapresiasi hadirnya Wates Kampung Inggris yang dinilai mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris generasi muda sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
"Kita tidak perlu jauh-jauh ke Pare, Kediri. Cukup di Kabupaten Madiun dengan biaya yang lebih terjangkau, tetapi hasilnya tetap maksimal. Kesehatan, kebersihan, hingga penyediaan makanan bagi peserta juga akan kita perhatikan," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat sekitar agar keberadaan Kampung Inggris memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
"Kalau kita melakukan sesuatu yang berdampak, Insya Allah manfaatnya akan luar biasa. Tinggal bagaimana kita terus memberikan dukungan," tambahnya.
Sementara itu, pendiri Wates Kampung Inggris, Ahmad Said Triyanto, mengungkapkan bahwa konsep tersebut terinspirasi dari Kampung Inggris di Pare, Kediri. Menurutnya, keberadaan lembaga ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat melalui kemampuan berbahasa Inggris.
"Dengan fasih berbahasa Inggris, seseorang akan lebih percaya diri dan memiliki koneksi yang lebih luas di dunia kerja," katanya.
Said mengaku terharu karena perjuangan selama dua tahun akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Madiun.
"Alhamdulillah, kami tidak menyangka Bapak Bupati berkenan datang dan meresmikan Wates Kampung Inggris. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang," tuturnya.
Ia menambahkan, saat musim liburan sekolah, peserta yang mengikuti program belajar tidak hanya berasal dari Madiun, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Depok, Semarang, Kalimantan Selatan, bahkan Belanda.
Untuk mendukung kenyamanan peserta, pengelola bekerja sama dengan warga setempat yang menyediakan rumah sebagai homestay. Skema tersebut sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Dusun Wates melalui sektor jasa penginapan.(ny*)
• sumber : prokopimkab

