Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Microsoft Excel di Bank Sampah “SAGITA” Kota Madiun
Madiun - Administrasi keuangan bank sampah di tingkat RT masih menjadi masalah di banyak tempat di Indonesia, termasuk di RT 30 RW 09 Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun. Selama ini, catatan transaksi dilakukan secara manual dengan buku tulis; ini membuat data keuangan sulit dianalisis, tidak efektif, dan berpotensi merugikan nasabah jika pengelolaan keuangan tidak diperbaiki. Permasalahan serupa juga terjadi di bank sampah “SAGITA” kepanjangan dari “Sampah Sahabat Bagi Kita” di RT 30 RW 09 Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun.
Banyaknya jenis sampah yang digunakan membuat perhitungan menjadi rumit dan sering terjadi kesalahan penghitungan. Sumber daya manusia yang tidak memadai menjadikan situasi ini terus berlanjut. Sumber daya manusia ini juga tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola administrasi keuangan dengan baik.
Pelatihan penyusunan laporan keuangan dengan Microsoft Excel ini diikuti oleh 12 orang Ibu-ibu bank sampah “SAGITA” yang dibersamai ole Fara Nisa, seorang mahasiswa magister pedagogi semester tiga UMM. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk digitalisasi pengelolaan bank sampah. Tujuannya adalah untuk mengubah sistem administrasi pengelolaan keuangan bank sampah dari pencatatan manual menjadi digital. Microsoft Excel dipilih sebagai platform pelatihan karena aplikasi ini telah lama dikenal memiliki banyak fitur yang sangat membantu dalam pengelolaan data keuangan dan sangat mudah untuk digunakan.
Pelatihan dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Mei 2026 di rumah salah satu anggota Bank Sampah “SAGITA” yang juga menjadi tempat pengumpulan bank sampah oleh beberapa RT di sekitarnya. Metode yang sistematis dan menyeluruh digunakan untuk merancang pelatihan ini. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi adalah semua bagian dari siklus kegiatan. Dalam proses perencanaan, masalah yang dihadapi oleh para bendahara RT terkait pengelolaan keuangan bank sampah diidentifikasi. Praktik penyusunan laporan keuangan berbasis Microsoft Excel dilakukan dengan dua metode: simulasi dan tanya jawab. Simulasi digunakan untuk memberi peserta latihan pengalaman langsung dengan cara menulis laporan keuangan.
Dalam pelatihan yang dimulai pukul 08.00 sampai 14.00 WIB dengan jeda istirahat ini, memiliki luaran laporan keuangan berupa spreadsheet Microsoft Excel. Selain itu, para peserta diberi pengetahuan tentang pentingnya standarisasi pencatatan dan keterandalan data dalam manajemen keuangan bank sampah. Untuk meningkatkan keterandalan data, pencatatan yang baik tidak hanya mencakup buku kas umum, tetapi juga perlu didukung dengan pencatatan di buku pembantu serta standarisasi dokumen transaksi yang bisa dikerjakan oleh sepuluh anggota bank sampah yang lain selain bendahara. Oleh karena itu, laporan keuangan yang dibuat dapat digunakan sebagai alat pertanggungjawaban baik kepada pihak kelurahan maupun kepada seluruh anggota. Mereka juga dapat digunakan sebagai referensi untuk pembangunan bank sampah di masa mendatang.
![]() |
| Pelatihan Digitalisasi Laporan di Bank Sampah “SAGITA”. |
“Tugas pengurus bank sampah jadi lebih mudah dan lebih cepat dengan menggunakan aplikasi spreadsheet Microsoft Excel yang telah dimodifikasi. Selain itu, karena perhitungan dilakukan secara otomatis oleh komputer, data yang dihasilkan lebih lengkap dan akurat,” Ucap Bu Marlita selaku bendahara bank sampah “SAGITA” setelah mengikuti pelatihan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kesalahan yang biasanya terjadi secara manual diminimalkan. Kemampuan peserta untuk menyesuaikan akun dan memasukkan transaksi setelah pelatihan menunjukkan keberhasilan penerapan sistem ini.
Namun, tantangan yang terkait dengan pelaksanaan pelatihan ini juga harus dipertimbangkan. “Alangkah lebih baiknya jika pelatihan seperti ini dilaksanakan dengan pendampingan secara berkala agar ilmu yang di dapat oleh ibu-ibu lebih mengena” Saran dari Ibu Pujiono selaku ketua RT 30 RW 09 Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun.
Oleh karena itu, pendampingan terus menerus sangat penting untuk memastikan bahwa peserta benar-benar dapat menggunakan Microsoft Excel secara mandiri dan membantu menyusun laporan keuangan setelah pelatihan selesai. Kegiatan pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa peserta benar-benar memahami cara menulis laporan keuangan dengan benar.
Salah satu faktor penting yang mendukung pengembangan bank sampah adalah manajemen yang baik dan tertib. Diharapkan bahwa bank sampah di setiap RT Kelurahan Rejomulyo dapat berkembang lebih optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dengan bantuan dalam proses transformasi administrasi dari manual ke digital.
Diharapkan bahwa pelatihan ini akan menjadi model digitalisasi administrasi bank sampah untuk diterapkan di daerah lain di Kota Madiun dan sekitarnya.(Fara N)

